MeteorNews ** CIREBON | Upaya membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Ciremai dilakukan melalui operasi modifikasi cuaca. Sebanyak 3 ton bahan semai garam disebarkan menggunakan pesawat Cessna untuk meningkatkan potensi hujan di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Operasi ini dimulai pada Minggu (25/10/2026) dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka.
Komandan Lanud Sugiri Sukani, Letkol Pnb Kadeck Dwi Indira Mawan, menjelaskan bahwa penyemaian dilakukan dalam tiga sorti penerbangan dengan membawa total 3.000 kilogram natrium klorida (NaCl).
Penerbangan pertama difokuskan pada wilayah perbatasan Tasikmalaya, Garut, Sumedang, Ciamis, dan Majalengka, termasuk kawasan sekitar Gunung Ciremai. Penerbangan kedua menjangkau Purwakarta, Subang, hingga bagian selatan Karawang.
Sementara itu, penerbangan ketiga dipusatkan di sekitar Kertajati. Operasi tersebut melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Alkonost Aviasi Indonesia, dengan dukungan Lanud Sugiri Sukani dan TNI AU.
Modifikasi cuaca dilakukan dengan menyemai awan yang dinilai sesuai agar peluang terjadinya hujan meningkat. Hujan diharapkan membantu membasahi lahan dan mendukung penanganan kebakaran.
Namun, penyebaran bahan semai tidak serta-merta memastikan hujan turun. Keberhasilan operasi bergantung pada kondisi atmosfer, jenis awan, serta faktor cuaca lainnya.Di tengah upaya penanganan karhutla, operasi ini menjadi salah satu langkah untuk membantu mengatasi kondisi lahan yang membutuhkan pembasahan.
Selain modifikasi cuaca, penanganan kebakaran juga membutuhkan upaya pemadaman dan pemantauan kondisi lapangan agar titik api tidak kembali meluas.
Menurut kalian, langkah apa yang paling penting dilakukan agar kebakaran hutan di Jawa Barat tidak terus berulang saat cuaca kering.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!